Home Kesehatan 10 Faktor Pemicu Pembekuan Darah

10 Faktor Pemicu Pembekuan Darah

66
0

Pembekuan darah merupakan hal yang menakutkan dan bisa menyebabkan kematian. Tentu siapa pun tak ingin hal tersebut terjadi pada tubuhnya.  Namun, apa sebenarnya pembekuan darah ini dan siapa saja yang berisiko?

Dilansir dari laman prevention.com, ada beberapa jenis pembekuan darah. Ada yang terbentuk di vena dalam bagian bawah tubuh, seperti bagian kaki yang memicu deep vein thrombosis (DVT). Ini adalah jenis bekuan darah yang dapat terlepas dan berjalan ke bagian paru serta menyebabkan embolisme paru (PE) dan memicu kematian.

Ketahui 10 faktor paling umum yang bisa meningkatkan risiko terjadinya pembekuan darah.

1. Duduk dalam waktu lama
Biasanya ini terjadi ketika kita berpergian dengan pesawat, mengemudi atau mengendarai mobil atau menghabiskan waktu yang lama di depan komputer ,di tempat kerja atau rumah.

Berdirilah dan bergerak setiap 30 atau 40 menit waktu duduk Anda. Menggunakan otot-otot kaki dapat membantu menjaga darah vena Anda tetap mengalir. Meregangkan dan memanjangkan kaki dapat membantu dengan baik.

2. Kehamilan
Jumlah estrogen yang berlebihan dan bersirkulasi dalam tubuh selama kehamilan bisa meningkatkan sejumlah faktor pembekuan darah.

Selain itu, kehamilan meningkatkan tekanan di bagian vena panggul dan kaki. Risiko pembekuan darah dari kehamilan dapat berlanjut hingga 6 minggu setelah melahirkan.

Atasi dengan aktif bergerak – berjalan, prenatal yoga dan latihan fisik lainnya selama masa kehamilan dan setelah melahirkan.

3. Tinggi dan berat badan
Obesitas membuat risiko terkena DVT meningkat akibat penurunan mobilitas yang disertai sirkulasi yang buruk. Selain itu, banyak orang yang tidak tahu bahwa tinggi badan juga memainkan peran.

Perempuan yang tingginya lebih dari 170 cm dan laki-laki lebih dari 180 cm risikonya lebih tinggi karena makin tinggi, makin jauh bagi darah melakukan perjalanan melakukan grativasi. Penurunan sirkulasi darah dapat menyebabkan darah terkumpul sehingga memicu pembekuan.

4. Memiliki irama jantung tak teratur
Irama jantung yang tidak teratur biasanya tidak menimbulkan gejala dan sering tak terdeteksi. Padahal, kondisi ini dapat meningkatkan risiko pembekuan darah.

Irama jantung tak teratur mungkin menghalangi darah yang dipompa ke ventrikel. Darah dapat menjadi lamban dan mulai menggenang di ruang atas, berpotensi menyebabkan pembentukan bekuan.

5. Pil KB
Estrogen dan progestin dalam kontrasepsi oral tertentu juga dapat meningkatkan faktor-faktor konsentrasi pembekuan darah. Demikian juga dengan beberapa terapi pengganti hormon yang dapat meningkatkan risiko penggumpalan.

6. Kanker
Beberapa jenis kanker meningkatkan jumlah zat tertentu di dalam darah yang menyebabkan pembekuan. Menurut penelitian, kanker otak, ovarium, pankreas, usus, perut, paru-paru dan ginjal memiliki risiko tertinggi untuk terkena DVT.

Selain itu, beberapa bentuk kemoterapi dan pengobatan
pencegahan kanker juga dapat meningkatkan kemungkinan terkena DVT. Pembuluh darah yang rusak akibat kemoterapi akan melepaskan zat pro-penggumpalan yang bisa menyebabkan darah mengumpul dan membentuk gumpalan.

7. Merokok
Bahan kimia tertentu dalam asap rokok dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang mengarah ke risiko peningkatan DVT.

8. Pasca operasi
Operasi besar, terutama untuk pinggul Anda, perut bagian bawah dan kaki, meningkatkan risiko DVT Anda, kata Harnett.

Operasi tersebut akan membuat Anda sementara waktu tidak bergerak. Selain itu, setiap trauma besar atau cedera kaki dapat meningkatkan risiko cedera pembuluh darah yang mengarah ke produksi darah beku.

9. Riwayat keluarga
Beberapa orang mewarisi gangguan yang membuat darah mereka mudah membeku. Menurut penelitian Mayo Clinic, kondisi ini mungkin tidak menyebabkan masalah kecuali dikombinasikan dengan satu atau lebih faktor risiko.

Kondisi lainnya yang mungkin dapat meningkatkan risiko pembekuan darah adalah penyakit ginjal tertentu, sindrom antifossolipid (kondisi autoimun) dan masalah dalam vena cava inferior (vena besar yang membawa darah dari tubuh bagian bawah ke jantung).

10. Usia
Meskipun DVT dapat terjadi pada semua usia, semakin tua Anda, risikonya semakin tinggi. (Gibran Linggau).

 

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here