Home Gaya Hidup Pernikahan 10 Resep Awet Dalam Pernikahan

10 Resep Awet Dalam Pernikahan

262
0

Dalam pernikahan, saling percaya, jujur dan setia menemani dalam suasana susah maupun senang adalah sebuah keharusan. Juga ada beberapa hal yang bisa membuat pernikahan itu langgeng. Di mana hal ini juga merupakan peraturan tidak tertulis.

Sepuluh hal yang membuat awet pernikahan yaitu :

  1. Jangan mengkritik orangtua atau sahabat pasangan
    Bagaimanapun menjengkelkannya sahabat atau mertua Cuters, jangan mengkritik nya dengan tajam. Bagaimanapun sahabat dan mertua pasangan merupakan bagian dari kehidupan pasangan. Sebaiknya setiap orang perlu belajar bagaimana menempatkan diri serta berempati terhadap pasangannya.
  2. Katakan kepada pasangan mengenai berbagai kontak dengan sang mantan.
    Entah itu berupa permintaan pertemanan dalam Facebook atau bertemu dengan cinta lama di suatu acara. Jangan menutupi hal-hal tersebut, karena bisa saja memberikan dampak yang berbahaya, meski Anda sudah tidak lagi memiliki perasaan terhadap mantan Anda.
    “Jika tidak ada yang harus disembunyikan, mengapa harus ditutupi?” Demikian dikatakan Deb Castaldo, PhD, ahli terapi pasangan dan keluarga sekaligus profesor di Rutgers University School of Social Work di New Brunswick, New Jersey. “Itu memicu ketidakjujuran dan hal yang ditutup-tutupi,” katanya.
  3. Jangan terlalu mendikte
    Siapapun tidak ingin didikte, terutama pasangan. Cobalah menawarkan dukungan dan dengarkan cerita pasangan , namun hindari perkataan, “Aku tahu apa yang terbaik.” Beri ruang kepada pasangan untuk membuat keputusan dan kumpulkan rasa percaya diri melalui berbagai percobaan dan mintalah ia melakukan hal yang sama berdua.
  4. Jangan terus mendominasi
    Mungkin cuters merasa mudah melakukan berbagai hal. Tapi berhentilah! “Pasangan yang tidak dilibatkan bisa merasa bosan terhadap perannya,” kata Dr. Wish, dan kesankan bahwa semuanya berada dalam tanggungan pasangan Anda, bahkan jika ia dengan sukarela menanggung bebannya.
    Biasakanlah bertanya kepada pasangan Anda, “Menurutmu apa yang bagus di sini?” Atau berkata, “Aku bisa membantu membersihkan dapur,” kepadanya. Pertanyaan tersebut bisa memunculkan kesan, kalian adalah rekan tim.
  5. Jangan bahas persoalan masa lalu
    Ingat kata-kata film Habibi & Ainun?
    Masa lalumu adalah milikmu, masa laluku adalah milikku, tapi masa depan adalah milik kita.” ~ Habibie & Ainun
    Tidak ada gunanya membahas masa lalu jika hal itu menyakiti perasaan pasangan.
  6. Jangan pendam perasaan Anda.
    Jika pasangan kalian bukan para normal, maka katakanlah apa perasaan cuters padanya. Mungkin ada kebiasaan buruk pasangan atau hal-hal yang tidak menyenangkan. Karena apapun masalahnya pasti bisa dicari jalan keluarnya bersama. “Katakan kepada pasangan Anda mengapa hal itu bisa mengganggumu maka Anda akan bisa mencari jalan keluarnya,” kata Dr. Wish. “Anda akan terkejut karena Anda bisa saling belajar,” lanjutnya.
  7. Jangan menyampaikan pemikiran pribadi atau mengunggah foto secara terbuka.
    Mungkin Pasangan kalian tidak suka kalian menguggah foto-foto anak atau dia tidak suka cuters mengumbar masalah di jejaring sosial. Apalagi masalah dalam rumah tangga. “Diskusikan peraturan mendasar terkait pesan mengenai diri Anda sendiri, sebagai pasangan dan menganai orang lain,” kata Dr. Castaldo. Dan tidak peduli apapun yang terjadi, jangan ungkapakan keluhan mengenai suami Anda untuk mendapatkan simpati.
  8. Luangkan waktu untuk keluarga.
    Saat perhatian Cuters buyar, pasangan  bisa menjadi hal yang tidak penting. Jadi prioritaskan waktu waktu luang  dan bila perlu hentikan penggunaan gadget, seperti yang dikatakan Dr. Wish. “Berkonsetrasilah pada konsep rasio: Seberapa banyak aku menghabiskan waktukku untuk hal ini dibandingkan dengan menghabiskan waktuku bersama keluarga,” katanya. Buatlah sebuah peraturan untuk hubungan rumah tangga Anda dan patuhilah — misalnya aturan sederhana jangan bermain ponsel saat makan malam.
  9. Jangan umbar kata “C” (yaitu cerai).
    Bahkan dalam percekcokan yang sengit, hindari mengatakan ancaman cerai. Selain menyakitkan, ancaman kata “C” yang terus diulang bisa memicu pasangan untuk saling mengingat keburukan masing-masing. “Kita bertindak seolah-olah tingkat kemarahan kita memberi kita hak untuk berkata atau melakukan apa pun, kata Dr. Lerner. “Namun mengacam cerai tidak akan pernah berhasil, malah bisa membuat kemungkinan perceraian semakin terbuka.”
  10. Jadilah yang pertama untuk pasangan
    Dengan kata lain, berhati-hatilah terhadap pengaruh dari luar, seperti ide dari teman Anda yang mempengaruhi pemikiran Anda untuk mengabaikan hubungan Anda demi pekerjaan atau hobi. “Pasangan yang bahagia memiliki konflik sebanyak pasangan yang bercerai, namun mereka tahu cara untuk mengatasinya,” kata Dr. Castalo. “Pasangan harus memiliki sebuah ikatan yang kuat antara mereka sendiri dan mereka tidak membiarkan orang lain menghalangi mereka.”
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here