Home Ibu dan Anak 4 Jenis Batuk yang Terjadi Pada Bayi dan Cara Menanganinya

4 Jenis Batuk yang Terjadi Pada Bayi dan Cara Menanganinya

64
0

Batuk adalah cara tubuh melindungi dirinya sendiri. Batuk biasa dilakukan oleh tubuh untuk membersihkan saluran tenggorokan. Meski demikian, hal ini hanya normal terjadi pada bayi berusia 1 tahun ke atas sementara bayi dengan usia kurang dari 4 bulan, jarang mengalami batuk. Jika ia batuk, bisa jadi ada hal serius yang terjadi pada dirinya.

Mengenali jenis batuk pada bayi, dengan demikian, menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan. Sebab, dengan mengenali jenis batuk, Anda akan dapat mengatasinya secara sesuai.

Disebutkan dalam laman newkidscenter.com, berikut ini beberapa jenis batuk yang biasa dialami oleh bayi dan cara tepat untuk menanganinya. Simak ya, Bunda.

  • Batuk Ringan

    Batuk ringan terjadi dikarenakan cuaca yang dingin ataupun karena virus atau bakteri yang masuk ke dalam tenggorokan. Suara batuknya terdengar seperti batuk kering. Tanda-tanda bayi mengalami batuk ringan antara lain hidungnya tersumbat dan mengalami sakit tenggorokan,terdapat sedikit lendir dan mengalami demam di malam hari.

    Untuk meredakan batuk ringan, tidak disarankan memberikannya obat batuk. Sebab menurut American Academy of Pediatrics, pemberian obat batuk dan flu pada bayi tidak akan mampu untuk menyembuhkan batuknya. Sebagai gantinya, Anda bisa memijatnya dengan minyak telon agar ia tetap hangat. Jika batuknya belum juga reda, Anda bisa membawanya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

  • Batuk Berdahak

    Batuk jenis ini menjadi gejala infeksi pernapasan yang disebabkan oleh virus pada saluran pernapasan atas yakni tenggorokan. Hal ini menyebabkan tenggorokan bengkak dan menghambat saluran pernapasan.  Bayi yang mengalami infeksi akan sering terbangun di malam hari dengan suara seperti menggonggong dan mengalami kesulitan bernapas.

    Untuk menyembuhkannya, Anda bisa menguapinya dengan uap air hangat atau membawanya ke luar rumah untuk menghirup udara segar. Jika tak kunjung pulih, Anda harus membawanya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

  • Batuk Mengi/Asma

    Asma didahului dengan gejala batuk dan flu. Namun, batuk dan flu ini tidak hanya disebabkan oleh virus. Batuk dan flu ini biasanya disebabkan oleh faktor lingkungan seperti debu. Asma sebenarnya tidak banyak terjadi pada usia di bawah 2 tahun. Namun, beberapa anak di bawah 2 tahun mendapatkan asma karena faktor keturunan serta bawaan sejak lahir.

    Jika bayi mengalami batuk-batuk dengan diikuti suara pernafasan yang sesak, segeralah membawanya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

  • Batuk Rejan

    Batuk yang memiliki nama medis Pertusis ini memiliki suara yang melengking. Batuk yang terlalu keras membuat si kecil kesulitan bernapas. Hal inilah yang menyebabkan suara batuk jadi melengking.

    Batuk jenis ini biasanya dapat menyebabkan muntah setelah batuk. Bayi di bawah usia 6 bulan, suara melengking batuknya tidak terlalu terdengar. Tetapi, batuk ini akan berlangsung dalam waktu yang lama dan menyebabkannya kehilangan berat badan.

    Anda bisa mencegah si kecil menderita batuk jenis ini dengan memastikan ia mendapatkan imunisasi lengkap. Sebab, batuk ini disebabkan oleh bakteri Pertusis. Jika sudah terlihat gejala seperti di atas, batuk ini harus segera ditangani oleh dokter.

Nah, itulah beberapa jenis batuk yang mungkin dapat dialami oleh buah hati Bunda. Gejala batuk yang berbeda juga memicu penyakit yang berbeda pula. Karenanya, Anda perlu cermat mengenali batuk pada bayi agar dapat secara tepat menangani batuknya. Selain itu, jangan menunda untuk membawanya ke dokter jika Anda merasa bahwa batuk yang bayi Anda alami tidak biasa.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here