Home Kesehatan 73% Ibu Rumah Tangga Tak Tahu Manfaat Vitamin Neurotropik

73% Ibu Rumah Tangga Tak Tahu Manfaat Vitamin Neurotropik

56
0

Kesemutan adalah hal yang normal dialami ketika Anda melakukan kegiatan yang menghambat aliran darah. Tapi, kesemutan dengan nyeri atau sensasi baal yang sering muncul bisa menjadi gejala neuropatik, yaitu gangguan atau kelainan saraf tepi.

Neuropati bisa terjadi pada saraf perifer, motorik, atau otonom. Gejalanya bisa berupa kesemutan, baal, rasa perih, hilangnya keseimbangan, kram otot, kelemahan otot, hingga penurunan massa otot. Menurut Laporan Neuropathy Checkpoints 2015 di 15 kota besar di Indonesia dengan 16.872 orang, 43 persen orang berisiko neuropati.

Data laporan tersebut juga menunjukkan bahwa risiko meningkat seiring pertambahan usia, dengan 32 persen terjadi pada orang di atas usia 50 tahun dan paling rendah oleh mereka yang berusia 20-29 tahun dengan persentase 14 persen. Dalam survei lain, lebih dari 50 persen masyarakat memiliki gaya hidup yang membuat mereka berisiko mengalami neuropati.

Lebih dari 50 persen masyarakat melakukan akitivitas dengan gaya hidup sehari-hari yang berisiko neuropati seperti mengetik di gadget dan komputer, mengendarai mobil dan motor, dan juga menggunakan high heels.

Neuropati akan berdampak pada kehidupan pasien. Bila lama diabaikan, penurunan kemampuan saraf motorik, kemampuan saraf otonom, sensasi rasa yang memicu luka, depresi karena terlalu sering menahan nyeri akibat kesemutan atau kebas yang dialami, penurunan berat badan, bahkan sampai impotensi.

Selain mulai mengurangi aktivitas yang meningkatkan risiko neuropati, mencegah gangguan dan kerusakan dengan menambah asupan makanan bersumber vitamin B yang merupakan vitamin neurotropik juga penting.

Kebanyakan juga tidak tahu manfaat vitamin neurotropik. Pada pekerja, 77,3 persen tidak tahu manfaat vitamin neurotropik sedangkan pada ibu rumah tangga, persentase yang tidak tahu sebesar 74 persen.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here