Home Ibu dan Anak Apa Yang Terjadi Ketika Anak Gemar Aksi Eksperimental?

Apa Yang Terjadi Ketika Anak Gemar Aksi Eksperimental?

97
0

Kecerdasan logika-matematika, pada dasarnya melibatkan kemapuan untuk menganalisis masalah secara logis, menemukan atau menciptakan rumus-rumus atau pola matematika, dan menyelidiki sesuatu secara ilmiah. Ada juga secara awam menjabarkan kecerdasan ini sebagai kecerdasan ilmiah, karena berkaitan dengan berpikir atau berargumentasi secara induktif (penjabaran ilmiah dari umum ke khusus) dan deduktif (penjabaran ilmiah dari khusus ke umum), dan kesadaran terhadap pola-pola abstrak. Ini tidak berarti seseorang yang memiliki logika-matematika yang baik hanya akan senang berkutat dengan kegiatan yang melibatkan bilangan-bilangan, melainkan juga dengan permainan bahasa yang melibatkan konsep berpikir sebab-akibat, bertentangan dan juga pola-pola logika lainnya.

Secara lebih harfiah, anak yang memiliki nilai tinggi untuk kategori kecerdasan ini, suka melakukan eksperimen untuk membuktikan rasa penasarannya, antara lain dengan pernyataan atau aksi eksperimental. Pertanyaan yang berputar-pitar di dalam kepalanya. Anak seperti ini adalah manusia yang selalu yakin bahwa semua pertanyaan memiliki penjelasan rasional yang masuk akal, sehingga kerap kali pula ia lebih berasa nyaman berhadapan dengan sesuatu yang dapat dikategorikan, diukur, dianalisa, dan dititik kuantitasnya dalam berbagai cara.

Kecerdasan logika-matematika juga terkait erat dengan kecerdasan linguistik, terutama dalam kaitannya dnegan penjabaran alasan-alasan logika-matematika. Pada kenyataaannya, proses ditemukan solusi kemungkinan besar tak terlihat secara total oleh si pencari solusi, apalagi orang lain. Sebab, fenomena ditemukannya solusi kerap kali misterius, intutif dan lebih tepat dinilai tak dapat ditebak.

Proses berpikir seseorang dengan tipe kecerdasan logika-matematika di atas rata-rata ini sangat didukung oleh kriteria empiris, atau bukti-bukti kongkret. Bagian otak tertentu menjadi dominan bekerja saat melakukan kalkulasi matematika dibandingkan bagian otak lainnya.

Orang dengan kemampuan logika – matematika yang baik, pada dasarnya haus akan pencarian rumus atau pola. Hal ini biasanya diawali dengan kesukaannya terlibat dalam kegiatan dengan konsep matematis yang kental. Kenapa matematika?

Karena matematika merupakan salah satu bidang yang pada dasarnya berusaha mencari pola atau rumusan. Namun, kemudian, minat anak-anak yang memiliki tingkat kecerdasa logika-matematika yang tinggi akan merambah, tak hanya kepada kegiatan dengan unsur strategis dan matematis, melainkan juga pada kegiatan yang bersifa analitis dan mengkonsep.

Semakin tinggi tingkat usia seseorang maka kegiatan mereka guliti akan semakin bersifat abstrak, sehingga anak-anak yang memiliki kecerdasan logika-matematika yang sangat baik biasanya memilih profesi yang mengandalkan abstraksi dan logis simbolis. Misalnya saja, mereka kelak akan memilih profesi, peneliti, pemikir dan insinyur.

 

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here