Home Ibu dan Anak Berbagai Manfaat Plasenta Yang Wajib Di Ketahui

Berbagai Manfaat Plasenta Yang Wajib Di Ketahui

109
0

Plasenta, atau ari-ari, adalah organ yang krusial bagi kelangsungan hidup janin selama 9 bulan kehamilan. Melekat di dinding rahim dan terhubung ke janin lewat tali pusat, plasenta berfungsi sebagai saluran pemberi nutrisi dari bunda ke janin. Selain itu juga membantu pembuangan zat-zat sampah dari tubuh janin, seperti karbondioksida dan urin, serta pertukaran gas melalui suplai darah bunda.

Sebagai penghubung atau ikatan pertama antara Bunda dan janin, plasenta juga tumbuh dan berkembang bersama janin. Bahkan, asal-usul plasenta sama dengan janin, yakni terbentuk dari zigot. Dan, setelah bayi dalam kandungan Bunda dilahirkan, maka plasenta akan ikut lahir. Apa yang dilakukan terhadap plasenta yang baru lahir tersebut?  Dalam dunia kedokteran, setelah bayi lahir maka plasenta dianggap sebagai limbah – sama halnya dengan lapisan ketuban dan cairan ketuban yang ikut luruh keluar.  Dilansir dari laman ayahbunda.co.id, sebelum dibuang plasenta ditimbang beratnya, dicek keutuhan selaputnya, dan dihitung jumlah kotiledon atau “pori-pori”-nya. Tujuannya untuk memastikan tak ada bagian selaput atau kotiledon yang tertinggal di rahim ibu dan mencetus infeksi rahim.

Beda budaya dan teknologi, beda pula perlakuan terhadap plasenta setelah tugas utamanya selesai:

Dikubur dan Dilarung (Indonesia)
Dipercaya sebagai “saudara kembar” bayi, banyak budaya Indonesia menghormati  plasenta dengan cara menyimpannya di pendil (kendi atau botol dari tanah liat – Red) dan menguburnya di sekitar rumah dengan penerangan cahaya lilin atau lampu, tujuannya agar jiwa bayi terang. Kalau bayi yang lahir laki-laki, maka plasenta dikubur di area kiri rumah, sementara plasenta anak perempuan di area kanan. Ada pula yang mengubur plasenta bersama alat tulis dan buku, dengan harapan  bayi tumbuh menjadi anak pintar. Beberapa masyarakat di Indonesia melarung plasenta di dalam pendil ke laut.

Diperjualbelikan industri obat-obatan (RRC)
Sebagai bagian dari pengobatan tradisional Tiongkok sejak ribuan tahun lalu, plasenta bayi dibersihkan, lantas direbus menjadi sup dan diminumkan kepada ibu baru melahirkan. Praktik itu dipercaya mampu mencegah penuaaan, membuat panjang umur, dan memulihkan kondisi ibu. Selain itu, karena dipercaya mengandung banyak hormon, protein dan vitamin, plasenta juga dapat mencegah perdarahan, meregulasi hormon, menurunkan risiko depresi, dan meningkatkan produksi ASI. Saking besarnya kepercayaan masyarakat Tiongkok terhadap efek plasenta bagi kesehatan, organ ini bahkan juga diperjualbelikan. Di Taobao.com, situs jual-beli online Tiongkok – semacam eBay dan Amazon, plasenta kering manusia dijual seharga 50-450 yuan. Padahal, perdagangan organ sudah dilarang di negara itu sejak 2005. Pil atau kapsul yang mengandung ekstrak plasenta pun tersedia legal di toko obat Tiongkok, dijual dalam botolan. Malah, plasenta segar, yang terlihat ungu, lebih mahal lagi dan pembeli harus memesan terlebih dahulu.

Untuk ramuan panjang umur anak (Korea)
Dalam budaya Korea, plasenta dibakar, kemudian abunya disimpan. Ketika si kecil sakit, abu itu akan digunakan untuk membuat minuman bagi anak, demi kesembuhan dan umur panjang.

Menjadi krim antipenuaan (Prancis)
Di negara ini, plasenta sudah lama digunakan sebagai bahan kosmetik, seperti krim dingin dan produk anti-penuaan. Sejumlah wanita yang menggunakan produk kosemetik yang mengandung plasenta manusia mengakui bahwa hasilnya, wajah mereka menjadi halus, kencang dan terlihat muda.

Sebagai memorabilia (Amerika)
Jika cetak telapak tangan atau kaki bayi tak cukup untuk memperingati kelahirannya, Anda mungkin bisa mencetak plasentanya. Raeben Nolan dari Portland Placenta Services menawarkan layanan yang memungkinkan Anda memiliki kenang-kenangan plasenta di atas kertas. Plasenta dicuci, lantas darahnya dicetakkan ke atas kertas bebas asam, dengan ukuran dan tampilan alami plasenta, lantas dibingkai. Karya seni ini disebut Tree of Life karena hasil cetakan mirip bentuk pohon.

Disulap jadi benda seni (Inggris)
Amanda Cotton, lulusan University of Brighton, berhasil mengkreasikan plasenta menjadi produk seni, yaitu bingkai foto. Sedemikian rupa, Amanda membuat efek marmer atau pualam pada bingkai plasentanya. Sejumlah order sudah diterima Amanda lewat www.amandacotton.co.uk,  dari orangtua yang ingin mengabadikan plasenta anaknya. Pertama-tama, Amanda merebus plasenta hingga ‘matang’, lantas menghaluskannya jadi potongan kecil. Baru dicampur resin -getah atau minyak tertentu- beserta material lain.

Memakan Plasenta
Plasentofagia adalah istilah yang merujuk kepada praktik memakan plasenta. Mamalia tertentu memang memakan plasentanya, dan manusia juga. Suku Shiluk di Sudan memakan plasenta secara simbolik. Mereka mengubur plasenta di akar pohon buah, dan saat panen, secara simbolik memakan buah itu.  Plasenta sendiri berasal dari Bahasa Latin “kue”, dan internet mempunyai banyak acuan tentang resep hidangan dari plasenta. Wah!

Disimpan di Bank
Teknologi mengambil sedikit darah dari plasenta, untuk diproses dan diambil stem cell atau sel puncanya,  adalah pemanfaatan pasenta yang paling diakui di dunia medis.  Bank penyimpannya disebut bank plasenta/tali pusat, dan sudah dilakukan di Amerika Serikat, beberapa negara di Eropa, Tiongkok, Singapura, bahkan Indonesia. Berdasar penelitian, sel punca dianggap mampu menyembuhkan penyakit degeneratif, mulai dari Parkinson, diabetes melitus, kardiovaskular, obesitas, osteoporosis, hingga stroke, serta mengobati penyakit genetik terkait sistem imun dan darah. Jadi, orang tua menyimpan darah plasenta anak di bank, untuk digunakan apabila anak didiagnosis sakit.

Lotus Birth
Praktik membiarkan plasenta tetap terhubung dengan bayi selama beberapa hari setelah bayi lahir, dengan cara tidak dipotong namun dibiarkan mongering dan putus sendiri. Tujuannya agar bayi memiliki kekebalan tubuh lebih tinggi dan mencegah kekurangan zat besi berkat aliran darah dari plasenta. Untuk menghilangkan bau, plasenta diberi garam dan wewangian. Namun, karena belum didukung cukup penelitiaan ilmiah, ilmu kedokteran masih menganggap praktik ini tidak perlu.

 

Ternyata banyak sekali manfaat plasenta ya Bunda. Kira-kira apa yang akan bunda lakukan dengan plasenta bayi bunda setelah dilahirkan? Apakah akan di kubur seperti budaya Indonesia pada umumnya, atau yang lebih canggih akan disimpan di bank untuk mengobati suatu penyakit genetika?

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here