Home Kesehatan Hilangkan Pegal-pegal dengan Spa Bambu

Hilangkan Pegal-pegal dengan Spa Bambu

136
0

Di masyarakat beredar mitos kalau pohon bambu sering menjadi tempat bersarangnya roh halus. Tapi, diluar itu semua, justru ada pendapat yang berseberangan. Sebagian orang malah percaya kalau bambu bisa digunakan untuk memberikan energi positif bagi tubuh.

Seperti diketahui, bambu memang memiliki banyak manfaat buat manusia. Terutama bambu kuning. Mulai dari tunas, daun, sampai batangnya bisa digunakan.

Tunas dan daun bambu kuning sendiri, diketahui memiliki banyak manfaat kesehatan. Daun bambu kuning bisa digunakan untuk obat pereda batuk, asam urat, bahkan untuk obat liver.

Sedangkan untuk tunas bambu atau yang lebih dikenal dengan rebung, dipercaya bisa menurunkan kadar kolesterol, mencegah kanker, menurunkan berat badan, mencegah risiko stroke dan mencegah kerusakan sel.

Sementara batang bambu, biasanya dimanfaatkan untuk membuat furnitur. Bisa untuk meja, kursi, atau furnitur lainnya.

Tapi, pernahkah Anda mendengar kalau batang bambu juga punya manfaat untuk kesehatan? Seperti diungkapkan sebelumnya, batang bambu dipercaya bisa memberikan energi positif buat tubuh.

Tak heran banyak yang menggunakan bambu sebagai media pijat. Bahkan teknik memijat menggunakan bambu pun sudah dipraktekan beratus-ratus tahun lalu di China.

Di Indonesia, teknik masase bambu ini pun sudah tidak asing lagi. Sudah banyak tempat pijat dan spa yang menawarkan pijat bambu. Salah satunya adalah Bambu Spa.

Dikutip dari cnnindonesia.com, Pemilik Bambu Spa, Nasya memilih bambu karena percaya kalau pemijatan dengan media bambu memiliki beberapa kelebihan.

“Bambu bisa berperan sebagai penghantar panas yang baik bagi tubuh, dapat menghancurkan lemak serta menipiskan selulit, dan memberikan ion positif bagi tubuh. Tapi, dengan catatan, perawatan hatus dilakukan secara rutin,” kata Nasya.

Tapi, tidak semua rangkaian perawatan berupa pijatan dengan bambu. Masih ada kombinasi pijatan tangan tradisional dalam satu rangkaian pijatan.

Pertama-tama, terapis memijat badan dengan menggunakan tangan terlebih dahulu. Sebagai pemanasan katanya.

Pijatan dilakukan dari kaki kemudian berlanjut ke atas, sampai ke punggung. “Kaki kan biasa digunakan untuk menopang, biasanya sumber pegalnya di kaki,” kata seorang terapis bernama Siska.

Di sela pemijatan untuk melancarkan peredaran darah dengan menggunakan tangan, Siska memijat dengan bambu. Bambu yang ukurannya tak terlalu besar itu diulirkan di kaki serta punggung. “Diulirkan untuk menghilangkan pegal-pegalnya,” ujar Siska.

Pemijatan dengan bambu dan tangan sebenarnya tak terlalu terasa berbeda. Hanya saja, cakupan bambu memang lebih luas, bahkan bisa menjangkau daerah yang sulit dipijat tangan, seperti bagian-bagian samping.

Tekanannya pun lebih merata sehingga pijatan yang diberikan terasa sama pada setiap bagian tubuh.

Sesekali Siska juga menepuk-nepuk bambu ke kaki dan punggung. “Kalau terasa gatal, berarti peredaran darahnya lancar.”

Setelah melalui rangkaian perawatan spa dengan menggunakan bambu, pegal-pegal yang ada di tubuh benar-benar hilang. Badan pun terasa lebih ringan.

Sebelum melakukan terapi pemijatan dengan bambu, Siska mengaku telah menjalani serangkaian pelatihan selama satu bulan penuh dari Bambu Spa. Ia juga mengaku telah mengantongi sertifikat sebagai tanda bahwa ia menguasai terapi tersebut.

Sertifikasi merupakan hal yang penting yang harus dimiliki para terapis. Sebab, pekerjaan yang mereka lakukan memang membutuhkan keahlian khusus karena berhubungan dengan otot-otot tubuh.

Selain spa bambu yang lengkap dengan lulur, sauna, dan masker, Bambu Spa juga menyediakan perawatan lainnya. Ada juga pijat refleksi dan pijat punggung dengan menggunakan bambu.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here