Home Resep Jenis Ragi dan Fungsinya

Jenis Ragi dan Fungsinya

5301
0

Jenis Ragi dan Fungsinya

Jenis Ragi dan Fungsinya

Pernah mendengar kata ragi?  Umumnya dalam pembuatan penganan seperti tapai/tape atau roti, peranan ragi sangatlah penting. Namun tahukah cuter, jenis ragi dan fungsinya. Ragi disebut juga ‘Yeast’. Yaitu tumbuh – tumbuhan bersel 1 yang tergolong dalam keluarga cendawan. Ragi akan bekerja bila ditambahkan dengan gula dan kondisi suhu yang hangat. Kandungan karbondioksida yang dihasilkan akan membuat suatu adonan menjadi mengembang dan terbentuk pori – pori.

Jenis Ragi

  1. Ragi padat
    bentuknya bulat pipih, sering digunakan dalam pembuatan tapai sehingga banyak orang menyebutnya dengan ragi tapai. Ragi ini dibuat dari tepung beras, bawang putih dan kayu manis yang diaduk hingga halus, lalu disimpan dalam tempat yang gelap selama beberapa hari hingga terjadi proses fermentasi. Setelah tumbuh jamur yang berwarna putih susu kemudian ragi ini dijemur kembali hingga benar – benar kering.
    Ragi tapai banyak dijumpai dipasar tradisional bagian rempah atau bumbu dapur.
  2. Ragi Kering
    berbentuk butiran kecil – kecil dan ada juga yang berupa bubuk halus. Jenis ragi yang butirannya halus dan berwarna kecokelatan ini umumnya digunakan dalam pembuatan roti. memiliki aroma yang sangat tajam dengan aroma alkohol yang sangat khas. Aroma yang dihasilkannya pun tidak terlalu mencolok karena memang khusus untuk pembuatan roti. Dalam penggunaannya, hampir semua orang lebih suka menggunakannya karena tinggal dicampur dengan adonan. Ragi roti bisa diperoleh dipasar tradisional, swalayan, ataupun toko bahan kue (TBK).

 

Fungsi Ragi

  1. Ragi padat
    • Jenis Ragi Padat Berfungsi untuk fermentasi pembuatan tapai terkadang juga untuk mengempukkan ikan atau membuat pindang bandeng. Dalam penggunaannya, ragi padat harus dihaluskan sebelum ditaburkan dalam bahan lainnya.
  2. Ragi kering
    • yang terbentuk butiran dan bubuk ini bisa membuat adonan roti menjadi mengembang, empuk dan lentur.

Cara penyimpanan Ragi

  1. Ragi Padat
    Ragi padat dalam keadaan normal lebih cepat rusak dan akan kehilangan daya peragiannya jika disimpan dalam suhu 2 derajat C selama 4 sampai 5 minggu. Ragi padat harus selalu disimpan ditempat dingin (lemari es).
  2. Ragi Kering
    Ragi kering yang terbentuk seperti butiran halus ini umumnya terbungkus dalam kemasan timah yang mengandung nitrogen agar tetap awet. Untuk penyimpanan tidak perlu disimpan ditempat yang dingin (lemari es), tetapi bila keadaan memungkinkan, menyimpan ragi ini ditempat dingin akan menambah kegunaan ragi. Suhu ideal untuk menyimpan ragi kering agar awet dalam jangka waktu yang panjang adalah 7 derajat C dan perlu diperhatikan sesering mungkin.

Dalam keadaan tidak terpakai, ragi membutuhkan suasana hangat agar sel – sel nabatinya tetap hidup untuk mengaktifkan kerjanya. Maka ragi – ragi ini memerlukan penyimpanan yang teliti. Yang perlu diingat pada saat membeli ragi, teliti tanggal kadaluwarsa pada kemasan dan pastikan kemasan dalam keadaan utuh dan kering. Khusus ragi kering, perhatikan jika kemasan sobek maka ragi sudah tidak hidup lagi dan tidak aktif dalam proses fermentasi. Sudah mengerti jenis ragi dan fungsinya kan cuter? Semoga bermanfaat yak ^^

 

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here