Home Kuliner Mencicipi Kopi Sipirok Di Jakarta

Mencicipi Kopi Sipirok Di Jakarta

104
0

Kopi Sipirok mungkin belum banyak dikenal orang. Kini bisa dinikmati para pecinta kopi di Jakarta. Seakan memperkenalkan kita akan kekayaan kuliner nusantara.

Saat diseruput ternyata rasanya tidak seseram seperti namanya yaitu Jantan Sipirok. Teksturnya tidak pekat dan lembut. Rasa pahit khas kopi dengan mudah mengalir sampai ke ujung lidah.

Bagi pecinta kopi sejati pasti tak butuh waktu lama untuk menikmati secangkir kecil espresso Jantan Sipirok ini. Bisa juga diracik ala Americano untuk sensasi yang berbeda.

Bila ingin manis, disarankan Drip Kopi. Kopinya diseduh dengan cara tetesan ala Vietnam dicampur susu kental manis. Rasanya jadi seperti permen karena manisnya.

Kopi Sipirok berasal dari dataran tinggi Sipirok, Sumatera Utara. Lebih tepatnya berdekatan dengan Mandailing. Kopi Mandailing sendiri memang sudah terkenal dengan ketinggian cita rasanya di dunia.

Sejarah perkebunan kopi Sipirok mulai berdiri sejak tahun 1800-an, saat penjajahan Belanda. Sipirok adalah perluasan dari perkebunan dan pengolahan kopi di Mandailing.

Kopi ini diambil dari kelompok tani kopi dan aren di Sipirok. Sipirok sendiri dataran tinggi dan udara dingin. Tentu saja itu sangat cocok untuk kopi.

Sulaeman mendirikan Kafe Sipirock sejak 3 tahun lalu di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Kafe ini memang didirikan dengan semangat mengangkat kopi Sipirok dan kekayaan kulinernya.

Di Kafe yang pernah meraih rekor MURI ini tersedia makanan khas Sipirok yang sulit ditemui di Jakarta, yaitu Itok Pohul.

Biasanya masyarakat memakan ini sebagai pemanis saat minum kopi Sipirok. Makanan ini juga ada hanya saat upacara adat atau acara besar seperti peresmian rumah.

Itok Pohul terbuat dariĀ  tepung beras, ketan dan kelapa parut dicampur gula merah. Sedangkan Gula merahnya asli dibawa dari Sipirok.

Jadi karakternya legit. Pas sekali sebagai pelengkap kopi. Untuk kulinernya, rekomendasinya adalah Lontong Sayur Bang Leman. Kuahnya kental. Isinya banyak dan padat.

Ada teri medan, nangka, dan mi beserta Lontong. Yang membuat spesial adalah dicampur dengan bunga kecombrang. Ada rasa segar khas kecombrang saat dimulut.

Ontong sayurnya beda dengan Medan atau Melayu. Ini adalah lontong sayur Sidempuan. Orang asli sana biasa buat sarapan.

Satu lagi adalah Rendang Belut Asap. Bumbu rendangnya berbeda dengan bumbu rendang Sumatera Barat. Rendang di sini dicampur dengan beberapa bumbu dasar khas kare.

Tak heran rasanya lebih tajam dan pedas. Belutnya juga tidak amis. Aroma khas asap kuat sampai di lidah.

Kafe Sipirock buka mulai pukul 07.00 sampai 22.00 WIB. Sebuah kedai yang pas untuk mengenal kekayaan kuliner Sipirok.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here