Home Ibu dan Anak Mengajarkan Anak Bersalaman Yang Benar

Mengajarkan Anak Bersalaman Yang Benar

111
0

Bersalaman bukan sekadar menjabat tangan dan menaruhnya di hidung atau dahi, tapi merupakan bentuk kesopanan dan penghormatan anak terhadap yang lebih tua.

Bunda pasti sering bertemu dengan orang lain sambil mengajak anak, kan. Pada momen tersebut, biasanya Anda meminta balita untuk bersalaman dengan orang tersebut. Bagaimana reaksinya? Apakah ia langsung melakukan yang Anda minta, atau malah malu dan bersembunyi di belakang Anda? Mengajarkan anak untuk bersalaman dengan setiap orang dewasa yang ditemuinya merupakan bentuk pengajaran contoh etika yang baik kepada anak sejak dini. Dengan begitu, ia akan terbiasa bersikap sopan kepada orang lain hingga ia beranjak dewasa nanti.

Bersalaman ke Siapa?
Bersalaman bukan hal yang sulit dilakukan, namun, tak jarang anak tidak mau melakukannya. Saat bunda dan ayah mengunjungi rumah teman, keluarga, atau tamu yang sedang mengunjungi rumah, jangan ragu untuk memanggil anak lalu mengajarkan mereka untuk bersalaman. Beri tahu anak dengan memberikan kata salam di depan orang lain dengan baik.

Bagaimana Cara Bersalaman?
Pastikan tangan anak bersih dan jangan lupa mengajarkan anak menggenggam tangan tamu dengan benar, seperti menggenggam tangan orang lain jangan terlalu keras dan salim dengan meletakkan tangan di kening, hidung, atau mulut. Anda bisa memberikan contoh cara bersalaman pada keluarga, kerabat, atau orang lain, karena anak akan melihat perilaku dari orang tuanya.

Mengatur Anak Bersalaman
Saat ingin memperkenalkan anak ke orang lain, anak malah berlari dan susah diatur. Maka, bunda dan ayah perlu membimbing si kecil belajar untuk bersalaman. Misalnya ikut mengiringi anak untuk bersalaman dengan nenek, ā€œNak, ayo sini kita salim ke Nenek, coba liat bunda, nah sekarang giliran kamu…ā€

Ucapkan Nama
Ketika si kecil bersalaman dengan orang lain, jangan lupa mengajarkan dia untuk memperkenalkan dirinya di depan orang lain. Ucapkan namanya dengan tegas dan sopan, dan berikan senyum yang manis. Dengan begitu, dia menjadi percaya diri karena ketika berinteraksi dengan orang lain, tidak terjadi hal-hal yang menakutkan dan dia menjadi mudah untuk bersosialisasi.

Posisi Salaman yang Benar
Ajarkan anak untuk bersalaman dengan posisi berdiri, atau, jika orang yang diberi salam lebih tinggi dan susah dijangkau si kecil, ayah dan bunda bisa menggendong si kecil agar dia bisa menatap mata orang tersebut dan memberikan senyum. Hal tersebut memperlihatkan bahwa dia menunjukkan rasa hormat kepada orang lain.

Anak Tidak Mau Bersalaman
Memang penting mengajarkan anak untuk memberikan salam kepada orang lain, tapi jika situasinya anak sedang merasa sangat lelah, bunda dan ayah tidak perlu memaksakan. Biarkan dia istirahat, dan ketika dia sudah lebih baik, bunda dan ayah bisa memberitahu bahwa kalian bertemu dengan tamu tersebut.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here