Home Ibu dan Anak Mengajarkan Disiplin Pada Anak Sesuai Dengan Usianya

Mengajarkan Disiplin Pada Anak Sesuai Dengan Usianya

43
0

Membesarkan anak tidak selalu mudah dan orangtua perlu menggunakan metode yang efektif untuk menangani masalah disiplin anak.

Disiplin yang baik harus melibatkan rasa hormat dan empati dalam mendidik anak Anda.

Anak yang dibesarkan dan diberikan disiplin dengan penuh cinta kasih biasanya akan lebih bahagia, lebih akrab, dan berperilaku lebih baik.

Berikut tips tentang teknik yang baik dan efektif untuk menerapkan disiplin pada anak:

1. Buatlah hubungan saling menghormati antara Anda dan anak.

Menghormati anak Anda akan menumbuhkan hubungan saling mencintai dan saling percaya.

2. Miliki rasa empati.

Hormati perasaan anak dan ajari mereka untuk menghormati perasaan orang lain juga. Ajak anak berdiskusi dengan menanyakan apa yang akan orang rasakan atas tidakan yang anak lakukan.

3. Kenali usia dan tahapan perkembangan anak.

Memahami tahap perkembangan anak dan mengapa anak-anak berperilaku seperti yang mereka lakukan sangatlah penting.

Misalnya, Bunda tidak bisa mengharapkan anak berumur 2 tahun untuk memahami mengenai logika dan alasan. Oleh karena itu, pahamilah kemampuan dan disiplin sesuai tahap perkembangan anak.

4. Ajak anak berbicara dari hati ke hati.

Time in, not time out. Ketika anak berperilaku tidak baik, mereka sebenarnya ingin mengatakan sesuatu. Daripada membuat anak semakin menjauh dari Bunda, coba dekati dan tanyakan dengan lembut apa yang sedang mereka rasakan.

Dengan melakukan hal ini, Bunda bisa menghilangkan perilaku nakal anak. Bunda akan belajar mengapa anak melakukan perilaku tersebut dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya.

5. Konsisten.

Anak-anak membutuhkan konsistensi terhadap apa yang orangtua katakan kepada mereka. Tindak lanjuti dan berusalah konsisten atas pesan atau nasehat yang sudah Anda sampaikan kepada anak.

6. Mengantisipasi dan mencegah.

Ketahui apa yang bisa memicu anak rewel. Misalnya, jika Bunda tahu anak rewel pada waktu tertentu, cobalah untuk menghindari keluar pada saat itu.

Berilah anak makan sebelum pergi ke swalayan atau ke pasar untuk menghindari mereka merengek dibelikan jajanan.

7. Berikan pilihan, namun tetap beri mereka batasan.

Membuat pilihan akan memungkinkan anak merasa dianggap,  hingga akhirnya anak akan lebih kooperatif.

Batasi pilihan untuk hal-hal yang Bunda anggap bisa diterima, misalnya menawarkan mereka pilihan dua makanan untuk sarapan yang Anda bersedia untuk menyiapkan pilihan mereka.

8. Tekankan konsekuensi apa yang mereka terima bila melakukan suatu tindakan.

Ada konsekuensi yang harus mereka terima terhadap tindakan yang mereka lakukan, misalnya, ” Jika kamu mengambil mainan dari adikmu, maka kamu tidak akan diizinkan untuk bermain di ruang bermain.”

Namun, tidak ada kompromi untuk keselamatan dan kesehatan anak. Jadi tentu Anda tidak akan membiarkan anak membahayakan diri mereka sendiri ataupun orang lain.

9. Tekankan bahwa yang tidak Anda sukai adalah perilaku anak, bukan diri mereka.

Anak-anak sangat sensitif dan mungkin akan merasa bahwa Bunda tidak menyukai mereka, jadi tekankan pada anak bahwa perilaku mereka yang tidak Anda sukai.

10. Beri pujian pada anak.

Beri pujian atau pelukan hangat ketika anak melakukan sesuatu yang baik, bukan hanya mengkritik mereka jika melakukan sesuatu yang salah.

Hal ini akan membuat lebih seimbang dalam mengasuh dan menerapkan disiplin pada anak.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here