Home Ibu dan Anak Mengatasi Noda Hitam Saat Hamil

Mengatasi Noda Hitam Saat Hamil

105
0

Saat hamil terjadi perubahan hormonal dalam tubuh, berupa peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron. Salah satu bagian tubuh yang terkena dampaknya adalah kulit. Peningkatan kadar hormon  menyebabkan percepatan pembentukan warna kulit, akibatnya muncul area-area yang berwarna lebih gelap dari biasanya, disebut hiperpigmentasi.
Selain disebabkan perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron, hiperpigmentasi juga dipicu  hormon MSH (melanocyte stimulating hormone) yang memacu  melanogenesis atau pembentukan pigmen di kulit, sehingga muncul pigmentasi berlebih, sebutannya cloasma gravidarum. Proses ini berlangsung di seluruh tubuh, namun umumnya muncul pada wajah, puting susu, leher, selangkangan, dan ketiak.  Baik hiperpigmentasi maupun chloasma gravidarum penampakannya bervariasi pada tiap-tiap ibu dan kehamilan. Ada yang kelihatan, ada juga yang tidak terlalu kelihatan.

  1. Wajah
    Flek berbentuk sayap kupu-kupu warna coklat gelap di pipi depan. Flek wajah saat hamil ini dipengaruhi riwayat seseorang dengan melasma. Semakin parah bila terkena paparan sinar matahari, atau timbul inflamasi seperti jerawat.
    Penanganan
    Tunggu setelah kehamilan berakhir, agar pemulihannya  lebih efektif mengingat penyebab melanogenesis adalah hormon kehamilan.
    Caranya dengan teknik pengelupasan lapisan kulit teratas tempat flek berada. Dapat menggunakan teknologi chemical peeling, microdermabrasi, maupun laser. Intinya, membuat kulit bagian atas mengalami dermatitis kontrak iritan atau iritasi, sehingga terkelupas, kemudian dirangsang pertumbuhan kulit baru di bagian bawahnya.
  2. Ketiak
    Warna ketiak menghitam atau lebih gelap dari sekitarnya. Selain diakibatkan hormon, hiperpigmentasi pada ketiak juga disebabkan iritasi akibat gesekan antar kulit. Melanogenesis dapat diperparah dengan penggunaan kosmetika seperti deodoran di ketiak. Bahan kosmetik tertentu dalam deodoran dapat menyebabkan inflamasi dan area menjadi lebih hitam.
    Penanganan
    Hentikan dulu penggunaan deodoran yang mengiritasi kulit.Jangan menggaruk area ketiak.
    Setelah kehamilan berakhir, lakukan pemutihan dengan krim pengelupas kulit yang ringan, namun karena  ringan maka memerlukan proses perawatan lebih lama, yaitu 2 hingga 3 bulan. Sedangkan pengelupasan wajah bisa 5 hingga 7 hari siap mengelupas.
  3. Selangkangan
    Area selangkangan menghitam atau lebih gelap dari sekitarnya. Selain dipicu hormon kehamilan, juga disebabkan iritasi akibat gesekan kulit saat beraktivitas. Sebagaimana diketahui, berat badan saat hamil cenderung meningkat sehingga area lipatan anggota gerak rentan terjadi gesekan yang hebat, yang menyebabkan iritasi dan memacu melanogenesis.
    Penanganan
    Lakukan setelah kehamilan berakhir. Rawat bagian yang hitam menggunakan krim pengelupas bersifat ringan. Hindari menggaruk area selangkangan, sebab dapat membuat kulit semakin iritasi dan menghitam.
  4. Puting
    Warna puting lebih gelap, begitu pula areola atau lingkaran di sekitar putting, melebar dan menjadi lebih gelap.  Proses pigmentasi di area ini murni disebabkan aktivitas hormon MSH, estrogen dan progesteron. Namun luasnya hiperpigmentasi sangat tergantung pada bakat yang dimiliki seseorang.
    Penanganan
    Lakukan setelah kehamilan dan menyusui berakhir, untuk efektivitas penanganan. Caranya  dengan mengoleskan krim pengelupas kulit yang ringan.
  5. Leher
    Tidak seperti di wajah yang menunjukkan bentuk tertentu, warna gelap di leher  tidak berbatas jelas dan tidak terlokalisir. Saat melanogenesis cukup hebat, area lipatan leher menjadi lebih kentara dan gelap. Kesan gurat-gurat hitam yang kurang estetik pun menjadi lebih terlihat. Penyebab hiperpigmentasi di area leher disebabkan hormon kehamilan, bakat, dan tindakan manipulasi seperti mengaruk atau menggosok leher. Pada beberapa orang dengan bakat hiperpigmentasi, aktivitas seperti menggosok leher dengan handuk kasar maupun scrub dapat memicu kehitaman, sebab kulit yang dimanipulasi seperti ini akan menebal dan menjadi lebih gelap.
    Penanganan
    Lakukan setelah kehamilan berakhir sehingga efektif menghasilkan kulit yang lebih cerah.
    Caranya bisa dengan chemical peeling seperti di wajah. Kulit leher yang cenderung tebal, dapat dirawat dengan krim pengelupas yang cukup kuat.

Berbagai masalah noda hitam yang terjadi saat kehamilan memang sering mengganggu penampilan Bunda, tapi demi kesehatan buah hati. Bunda memang harus menunggu sampai proses persalinan selesai dilakukan sehingga tidak membahayakan buah hati Bunda.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here