Home Unik Esai Review Autumn Once More

Review Autumn Once More

345
0

Review Autumn Once More

Review Autum Once More

Judul buku        : Autumn Once More

Penulis             : Ilana Tan, Ika Natassa, AliaZalea dkk

Penerbit            : Gramdia Pustaka

Tahun                : 2013

Jumlah Hal        : 232 halaman

Sinopsis :

Cinta <adj>: suka sekali: sayang benar: kasih sekali : terpikat.

Ada bahagia dan kepedihna dalam cinta. Cinta yang terpendam menimbulkan resah, pengkhianatan pun tak lepas dari cinta, atau bahkan cinta berlebihan sehingga menyesakkan. Galau dan rindu pun dituturkan dalam ribuan kata di buku ini.

Auntumn Once More membawa kita ke banyak sisi cinta dari kumpulan pengarang, mulai dari pengarang profesional hingga editor yang harus jadi pengarang “dadakan” dan menunjukkan kreativitas  mereka dalam tema abadi spanjang masa.

Inilah tumpuhan rasa dan obsesi karya AliaZalea, Anastasia Aemilia, Christina Juzwar, Harriska Adiati, Hetig Rusli, Ika Natassa, Ilana Tan, Lea Agustina Citra, Meilia Kusumadewi, Nina Addison, Nina Andiana, Rosi L. Simamora, dan Shandy Tan.

Review :

Wohoho. Aku menantikan buku ini dengan waktu yang cukup lama. Dan akhirnya datang dua hari yang lalu. Well, mengejutkan ternyata aku bisa menikmatinya loh.

Dimulai dari kisah cinta diam-diam pada Gonto. Serasa  membuatku sendiri yang mengalami kisah itu. Bagaimana awal si tokoh utama stalking di media sosial, pada setiap kegiatannya. Kemudian berlanjut pada kerinduan yang berusaha diabaikan lantaran Gonta pergi. Yah, pergi dari perusahaan, pergi dari tempat tinggalnya. Dan tak bisa menemukannya di manapun.

“Kenapa sampai saat ini aku masih memikirkan Gonta? Hampir setahun berlalu sejak kepergiannya.tapi setiap kali melihat Mahendra dan Elang, mataku masih mencari-cari Gonta. Aku tidak tahu kenapa masih stuck dengannya. Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya.”

Dan Anastasia kan membawamu pada kenyataan yang akan terus masih berlangsung pada wanita lajang 30an. Di mana semua wanita pada umur sekian akan dipandang miring karena belum menikah. Namun jangan khawatir kalau akan menemukan percikan love masih tersebar. Sebuah perjodohan.

Bagiamana rasanya terjebak di lift saat pertama kali ke kantor. Ditemani oleh dua pemuda cakep. Yang satu ramah yang satunya lagi jutek luar biasa. Pilih yang mana?

Jujur saja aku minikmati kleincahan kelincahan –kelincahan para penulis fiksi gramedia ini. Walaupun ada beberapa kisah yang penuturannya bak puisi. Senja dan hujan, aku tetap menikmati perpaduannya. Seperti rasa musim semi. Di mana bunga terus bermekaran. Dari berbagai jenis, berbagai bentuk, berbagai arna. Cantik sekali.

Kelebihan kumpulan cerita metropop ini adalah, kumcer ini ditulis oleh orang-orang yang sudah memeiliki kualirtas dan penggemar yang bagus. Kemudian nilau plus bertambah  karena semua royalti buku ini akan disumbangkan ke Dana Kemanusiaan Kompas.

Pada cerpen  Shandy, aku seperti pernah membaca dengan sudut pandang mawar merah ini, entah di mana. Cinta bunga terhadap pemiliknya. Namun tidak masalah, kisahnya tetap asyik dan berbeda.

Kekurangannya adalah ada satu-dua cerpen yang menurutku bukan genre metropop seperti kebanyakan cerpen-cerpen yang lain. Seperti membaca puisi atau tulisan yang berat. Hehehe

Bagaimanapun aku tak menyesal membaca buku ini. Aku menyukai nya dengan beberapa cerita yang aku banget. Apa? Puitis? Bukan. Haha. Justru aku menyukai bacaan yang lincah dan tidak terlalu manis. Karena aku sudah manis. *dikeplak 😀

 

 

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here