Home Unik Komik Review My Pearl Girl – Ken Saito

Review My Pearl Girl – Ken Saito

272
0

Review My Pearl Girl – Ken Saito

Review My Pearl Girl - Ken Saito

Edward, adalah anak seorang bangsawan yang sangat dimanja. Walaupun usinya sudah menginjak remaja, teapi Edward buta soal kehidupan nyata. Setiap hari dia menulis surat kepada  ibunya sambil bercucuran air mata. Bacaannya adalah bacaan anak-anak. Sifatnya yang kikuk akhhirnya tersebar ke seluruh negeri, karena pesta pertamanya, Edward telah menginjak kaki sebelas gadis di sana. Walaupun demikian Edward berharap dia bisa mendaparkan my pearl girl seperti impiannya.

Pelayan pribadinya membawakannya sebuah peti berisi seorang gadis. Gadis itu liar karena hidup di kehidupan yang keras. Saat pertama kali Edward mengajaknya berkenalan, tangan Edward malah digigitnya. Gadis itu liar, makan seperti anjing, dan sifatnya sangat susah diatur. Begitu mengetahui kenyataannya Edward pun menangis dan berusaha melindungi gadis yang dipanggilnya Pearl itu.

Ketika akhirnya Edward memutuskan untuk menikahi gadis tersebut, kepribadian gadis itu berubah 180 derajat. Ternyata dia adlah anak seorang bangsawan juga, bukan anak terbuang. Seleruh pelayan dan Diana pun membuat drama agar Edward mau menerima lamarannya.

Yiha! Akhirnya review lagi, My Pearl Girl adalah salah satu shoujo yang menarik buat saya. Kalau biasanya tokoh utama perempuanlah yang bersifat lemah kikuk dan lain-lain. Ken Saito membuatnya berbeda. Yup, Edward lebih mirip perempuan daripada laki-laki. Bahkan dia hobi merajut. Hahaha.

Kisah cinta ini tidak ada adegan romantisnya. Karena sifat Edward yang kikuk selalu mengacaukan seluruh rencana. Tetapi bukan berarti membosankan loh. Konflik yang terbangun bukan hanya Edward dan Diana. Tetapi ada juga dua sahabat Edward yang ikut meramiakan kisah ini.

My Pearl Girl diterbitkan oleh MnC. Masih ongoing pada volume 4. Genrenya komedi, shoujo, romance. Kisah ini asyik untuk cuters yang bosan dengan cerita romance shoujo yang itu-itu saja kok. Selamat membaca dan tertawa.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here