Home Ibu dan Anak Stimulasi Mengembangkan Kecerdasan Linguistik Anak

Stimulasi Mengembangkan Kecerdasan Linguistik Anak

178
0

Kemampuan berbahasa bersifat umum dan perkembangannya pada setiap anak kurang lebih sama disetiap daerah. Yang berbebda adalah tingkat penguasaan bahasa pada setiap anak. Anak dikatakan memiliki kecerdasan linguistik di atas rata-rata, kelak akan menguasai beberapa bahasa dengan mudah. Latihan dan rangsangan yang dilakukan orang tua terus menerus dapat mengembangkan keterampilan berbahasa anak, sekalipun ia tidak memiliki potensi kecerdasan linguistik yang tinggi. Hasilnya memang tak sebesar bila anak memiliki potensi tinggi pada kecerdasan ini. Namun, tidak ada salahnya jika Bunda memberikan rangsangan yang dibutuhkan anak.

Kapan potensi itu dapat mulai dikembangkan? Para ahli psikologi perkembangan sepakat bahwa kecerdasan dapat dirangsang sedini mungkin. Caranya tentu berbeda pada tiap usia dan fase perkembangan. Dikutip dari Multiple Intellegences Magazine, ada beberapa kegiatan yang dapat Bunda lakukan untuk mengoptimalkan kemampuan bahasa anak dengan kecerdasan linguistik dibawah rata-rata, rata-rata maupun diatas rata-rata.

Mengajak Anak Berbicara

Mengajak anak berbicara merupakan rangsangan paling sederhana yang dapat dilakukan orang tua untuk mengasah kecerdasan linguistik buah hatinya. Bayi baru lahir misalnya, memiliki pendengaran yang cukup baik. Ini terbukti saat ia bisa sangat terkejut atau menangis keras ketika mendengar pintu tertutup dengan keras. Seorang Bunda dan Ayah dapat berkomunikasi dan menstimulasi anak dengan banyak cara. Meskipun bayi hanya mendengar, ia memahami bahwa bunyi merupakan unsur penting dalam bahasa. Terus menerus mengajak anak berbicara merupakan langkah awal melatih anak berbicara, apalagi berbicara memang merupakan unsur penting dalam berkomunikasi dan mengembangkan keterampilan sosial.

membaca cer

Membacakan Cerita

Membacakan cerita atau mendongeng dapat Anda lakukan kapan saja, bahkan sejak bayi sekalipun, atau saat ia mulai bisa duduk di pangkuan Anda. Anda dapt mulai membacakan cerita dari buku, atau cerita karangan sendiri.

Bermain Huruf dan Angka

Saat si kecil sudah mengenal huruf dan angka, ia dapat diajak melakukan permainan huruf dan angka dengan peralatan sederhana misalnya koran dan pensi. Mintalah Anak melingkari huruf “A” yang yang ada dikoran.

bercerita

Merangkai Cerita

Sebelum dapat membaca tulisan umumnya anak gemar membca gambar. Anda dapat mengajak buah hati Anda untuk bercerita tentang gambar-gambar yang Anda potong dari koran atau majalah.

Berdiskusi

Berdiskusi macam apa dengan seorang anak kecil? Mungkin Bunda bertanya demikian. Sebenarnya berbagai hal di sekitar dapat Anda diskusikan dengan si kecil. Anda dapat bertanya kepadanya tentang sekelilingnya.

Bermain Peran

Ajaklah si kecil melakukan suatu adegan seperti yang pernah ia alami saat berkunjung ke dokter misalnya. Anda ber dua dapat berlaku seperti dokter-pasien. Si kecil menjadi dokter dan Anda menjadi Pasien. Ciptakan dialog seperti kegiatan yang pernah anak alami atau ketahui dari cerita ataupun film.

mendengarkan musik

Memperdengarkan Lagu Anak

Perkenalkanlah buah hati Anda tentang lagu anak-anak yang sedang beredar. Ajaklah ia iut bernyanyi dengan penyanyi yang mendendangkan lagu dari kaset yang diputar. Lakukan berulang kali di hari-hari selanjutnya.

 

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here