Home Gaya Hidup Pernikahan Tips Aman Berhubungan Intim di Awal Kehamilan

Tips Aman Berhubungan Intim di Awal Kehamilan

111
0

Kehamilan yang masih berada di trimester awal seringkali menimbulkan ketakutan dan kecemasan tersendiri bagi pasangan suami dan istri yang ingin berhubungan intim. Ketakutan ini cukup beralasan, karena memang janin dalam kandungan belum kuat melekat sehingga risiko untuk mengalami keguguran masih cukup tinggi. Karena ketakutan inilah, maka banyak pasangan suami istri kemudian memutuskan untuk tidak berhubungan intim agar tidak membahayakan janin.

Yang belum banyak diketahui adalah fakta bahwa trimester kehamilan adalah saat di mana hubungan intim masih aman untuk dilakukan. Selama kondisi kehamilan tergolong normal, maka kemungkinan janin tidak akan terpengaruh oleh hubungan intim calon ayah dan ibunya pun tinggi sehingga aman untuk dilakukan.

Saat hamil muda, dokter kandungan baru akan menyarankan stop hubungan intim jika :

  1. Ibu punya sejarah keguguran
  2. Ibu pernah mengalami pendarahan vaginal atau spotting (mengeluarkan bercak darah)
  3. Ibu mengalami kram atau nyeri di perut
  4. Ibu punya catatan medis rahim atau organ reproduksi lemah
  5. Ibu mengandung bayi kembar atau multiple
  6. Ibu menderita plasenta praevia

Selain itu, Anda juga akan diminta untuk menghindari hubungan intim jika suami menderita herpes atau penyakit menular seksual lainnya, demikian tertulis di situs kesehatan ibu dan bayi Baby Center. Atau suami harus memakai kondom. Tapi, Anda harus ingat bahwa kondom tidak menjamin bebas tular 100%.

Perubahan pada kehidupan seks

Saat hamil, terjadi banyak perubahan pada tubuh wanita, baik bentuk fisik maupun kadar hormonnya. Ada wanita yang merasa seks semasa hamil terasa lebih nikmat dibanding sebelum hamil. Namun ada juga yang merasa sebaliknya. Begitupun dengan pria. Banyak pria yang menganggap tubuh istrinya terlihat lebih seksi ketika hamil. Melakukan hubungan intim pun jadi lebih asyik karena tak perlu lagi menghitung-hitung masa subur. Semakin banyaknya darah yang mengalir ke sekitar area genital juga dapat menimbulkan sensasi tersendiri sebab vagina Anda sekarang jadi lebih sensitif.

Tapi ada juga wanita yang sesudah berhubungan merasa perutnya kembung atau kram ketika suami melakukan penetrasi. Beberapa wanita mengatakan payudaranya terasa kencang dan sakit jika disentuh atau diremas. Derita mual dan mau muntah juga sering jadi kendala yang menurunkan libido wanita.

Anda sebaiknya terbuka pada suami ketika mengalami hal-hal yang membuat tidak nyaman sehingga suami bisa menyesuaikan diri. Bicara dan cobalah berbagai variasi posisi seks sampai Anda berdua menemukan posisi yang paling pas untuk bermesraan.

Cara terbaik untuk menikmati hubungan seks selama hamil muda adalah tidak melakukan penetrasi terlalu dalam dan melakukan gerakan yang terlalu bersemangat.

Apakah hubungan seks dapat menyakiti bayi dalam kandungan?

Faktanya, hubungan intim antara calon ayah dan ibu tidak dapat menyakiti bayi yang ada dalam kandungan. Selama hubungan intim, bayi Anda tetap aman terlindung di dalam cairan ketuban. Selain itu, serviks Anda tertutup dan terlindung cairan kental yang membuatnya tak bisa dilewati. Suami tidak akan dapat menembus cukup dalam untuk mencapai bayi Anda. Dan meskipun orgasme dapat memicu kontraksi rahim, hal ini tidak berbahaya. Kontraksi karena orgasme berbeda dari kontraksi selama persalinan.

Jika Anda masih ragu untuk bermesraan selama hamil namun ingin melakukannya, temui dokter kandungan Anda dan berdiskusilah dengannya untuk menemukan cara-cara yang aman berhubungan seks semasa ada bayi di dalam kandungan.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here