Home Ibu dan Anak Tips Aman Membedong Bayi

Tips Aman Membedong Bayi

100
0

Ketika bayi baru lahir, terutama pada bulan pertama, ada baiknya bayi kita ‘dibungkus’ atau istilah lainnya, dibedong. Dihari-hari pertama kelahiran, bayi sangat sensitif, lho, terhadap lingkungan sekitar dan terkadang terganggu dengan gerakan kejut atau refleks Moro. Dengan membedong bayi, bayi tidak akan dengan mudah terganggu sehingga bayi tetap tenang dan juga hangat. Dengan bantuan kain bedong dan tips-tips berikut, kamu juga bisa menjaga bayi kamu agar tetap hangat, Bunda.

Perhatikan dulu kondisi bayi sebelum dibedong

Satu hal yang harus kamu perhatikan adalah keadaan bayi kamu, Bunda. Ingat untuk tidak membedong bayi kamu selama bayi terjaga. Jika bayi sedang dalam keadaan lapar, masih basah setelah mandi, atau ketika bayi terlihat lelah, hindari membedong sang bayi. Tujuan membedong bayi adalah agar sang bayi tetap tenang saat beristirahat, jadi ada baiknya untuk tidak mengekang bayi saat terbangun.

Jangan sampai bayi kamu kepanasan karena dibedong!

Saat cuaca panas, Anda harus pastikan bahwa sang bayi hanya memakai singlet dan celana pendek saat dibendong. Bayi akan mudah kepanasan jika di tubuhnya terdapat terlalu banyak lapisan. Namun ketika cuaca dingin, memakai baju dan celana panjang itu diperbolehkan agar bayi hangat. Pastikan juga untuk tidak meletakkan bayi di samping Anda saat tidur, Bunda. Sediakan ruang yang cukup untuk sang bayi agar ia tidak merasa sesak atau kepanasan.

Be gentle with your touch

Jangan membedong bayi terlalu kencang dengan memaksa bayi untuk meluruskan kaki. Kalau terlalu dipaksakan, bayi bisa mengidap hip dysplasia atau displasia di pangkal paha, yaitu perkembangan yang tidak normal di sendi pangkal paha. Pastikan Bunda selalu menyediakan space yang cukup untuk bayi agar ia tetap bisa menekuk lututnya. Be very gentle, Bunda!

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here