Home Ibu dan Anak Tips Memilih Buku Dan Cerita Untuk Si Kecil

Tips Memilih Buku Dan Cerita Untuk Si Kecil

185
0

Bunda, langkah paling awal untuk mengembangkan potensi kecerdasan anak dapat dilakukan dengan membacakan buku atau cerita, segera setelah Bunda kembali dari rumah bersalin untuk melahirkan. Buku-buku yang Bunda pilih untuk Bunda baxakan pada si kecil sangatlah berpengaruh pada perkembangan kemampuannya membaca dan menulis kelak. Dengan membacakan buku, ada dua hal yang Bunda peroleh secara bersamaan, yakni meletakkan dasar kecerdasan dan menjalin kedekatan dengan buah hati Bunda.

Di toko buku, tersedia ratusan judul buku untuk si kecil. Mungkin Bunda bingung, buku apa yang cocok untuk anak Bunda di usianya kini. Oleh karena itu, Bunda perlu mengetahui buku-buku yang dibutuhkan anak pada usia-usia tertentu. Dikutip dari Multiple Intelegent Magazine, beberapa hal yang perlu anda perhatikan saat Bunda memilih buku.

terpikat buku

Tiba-tiba terpikat pada sebuah buku

Bila tiba-tiba bunda terpikat pada sebuah buku anak-anak, Bunda tentu ingin membelinya. Dengarkan suara hati Anda karena buku yang menarik hati Anda secara tiba-tiba, tentu ingin Anda baca berdua dengan si kecil. Tetapi, Bunda juga perlu perhatikan usia anak. Sesuaikan buku yang Bunda pilih dengan usia buah hati Anda.

membaca cerita

Cerita Fabel

Anak-anak sangat menyukai cerita tentang binatang yang memiliki karakter dan perilaku anak-anak. Masalah yang diangkat dalam cerita itu pun khas masalah anak-anak yang dihadapi dengan sudut pandang anak-anak.

gambar menar

Gambat Menarik

Bagaimana buku itu menggunakan gambar dan bagimana mengaturnya. Bunda perlu meneliti. Apakah gambar sesuai dengan teks? Anak sangat membutuhkan kesesuaian ini karena ia mencocokkan isi cerita yang Bunda baxakan dengan gambar yang ia perhatikan.

Bruni Bettelheim, guru besar emeritus pada jurusan Psikologi dan Psikiati Universitas Chicago, Amerika Serikat, berpendapat bahwa cerita untuk memperkaya anak haruslah memperkaya imajinasi, membantu mengembangkan kecerdasan, menjernihkan emosi, dan menyesuaikan diri dengan kecemasan ketika ia dihadapkan pada pencarian jalan keluar.

Cerita untuk anak selayaknyalah berkaitan dengan anak. Cerita seperti itu dapat memuaskan anak. Misalnya saja, dongeng-dongeng yang merefleksikan pandangan anak tentang dunia. Di setiap cerita, ada pahlawan yang menghadapi bahaya atau kesulitan besar. Ini menyenangkan buat anak-anak meskipun hidup mereka sendiri tidaklah sesulit dalam dongeng.

Bagi anak-anak usia 4 sampai 6 tahun, kehidupan seperti urutan masa-masa kehidupan yang berlalu dengan lembut, dengan tak disangka-sangka terancam bahaya. Anak-anak usia ini mengidentifikasi dirinya dengan pahlawan yang ada dalam cerita. Ia belajar bahwa ia harus menghadapi kehidupan dengan usahanya sendiri yang masuk akal. Sedangkan cerita yang diakhiri dengan happy ending mengajarkan anak bahwa bila ia berusaha keras dan tetap berbuat kebaikan, kesulitan dapat diatasi.

Anak dengan kecerdasan linguistik menciptakan cerita. Mengubah akhir cerita, bisa jadi, sangat ingin dilakukan oleh anak seperti ini, karena ia tidak puas dengan akhir cerita yang ada. Kesempatan untuk mengubah akhir cerita, berarti kesempatan untuk mencipta. Nah, berilah kesempatan pada anak. Biarkan ia menyelesaikan cerita dengan akhir cerita yang ia inginkan

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here